Holiday to Jogja, Goa Pindul, Merapi Mountain, Solo. Indonesia

Holiday to Jogja, Goa Pindul, Merapi Mountain, Solo. Indonesia

Pada bulan Januari 2013 saya beserta teman-teman saya yaitu Fajar, Cindy, Anka, Abel, Agit, dan Aldi berangkat dari Bandung menuju Jogjakarta pukul 11 malam menggunakan mobil pribadi. Kami menikmati perjalanan dengan mendengarkan musik, sampai di Jawa daerah Kebumen pukul 5 pagi kami sholat shubuh lalu melanjutkan perjalanan sampai daerah dekat Jogja kami sarapan bubur di pinggir jalan. Sampai di Jogja pukul 10 pagi, kami langsung mendapat penginapan dengan harga Rp 175 permalamnya dengan fasilitas yang cukup. Sesampai di Jogja kami beristirahat sejenak, ada yg tidur karena kelelahan setelah menyetir, ada yg makan dan ada yang berenang di kolam berenang yang ada di penginapan.
Sekitar pukul 1 siang kami keluar mengelilingi kota Jogja, kami makan siang gudeg yang ada di jalan Malioboro, kemudian kami berkunjung ke Benteng Vandenburg sayang sekali kami tidak bisa masuk karena waktu itu sedang libur untuk kedatangan tamu, kami melewati keraton Jogja tidak masuk karena tutup juga. Lalu kami mengunjungi tempat wisata Tamansari disana terdapat gedung peninggalan sejarah seperti mesjid.
Pukul 5 sore kami kembali ke penginapan untuk mandi dan makan malam di penginapan. Sekitar pukul 8 malam kami keluar, mengunjungi angkringan kopi jos untuk sekedar ngobrol, makan gorengan, dan merasakan kopi jos khas Jogjakarta sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan pengamen pemuda Jogja. Sekitar pukul 11 malam kami kembali ke penginapan dan istirhat.
Terbangun dari tidur kami jam 7 pagi, kami langsung makan karena telah disediakan oleh pramusaji di penginapan, waktu terus berjalan kami semua tidak mandi haha karena akan berwisata rafting ke Goa Pindul dan sekitar. Perjalanan dari penginapan ke Goa Pindul cukup lama sekitar 2 jam, Goa Pindul terletak di daerah Gunung Kidul.
Sampai daerah Goa Pindul ada tempat yang menyediakan rafting, biaya rafting tersebut sebesar Rp 100.000 itu sudah termasuk pelampung, sepatu rafting, ban, dan kendaraan untuk perjalnan ke Goa Pindul. Kami memakai mobil colt bersama orang lain yang akan melakukan rafting juga.
Sebelum menyusuri goa pindul kami rafting terlebih dahulu sungai oyo, sayang kami hanya bisa berfoto saat awal akan rafting karena sulit untuk membawa kamera.
Panjang sungai Oyo sekitar 4kg, sangat seru sekali, menegangkan apabila ada arus yang membawa kita. Di sungai Oyo terdapat batu besar, kami semua loncat dari ketinggian 2m, sangat mengasyikan.
Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Goa Pindul, menyusuri Goa Pindul dengan ban dan kami berpegangan dengan ban lainnya.
Saat memasuki Goa Pindul, sangat sepi hening hanya ada suara tetesan air dan arus pemandu yang menderek kami karena air di Goa Pindul dangat tenang. Di dalam Goa Pindul tersebutt banyak stalakmit dan stalaktit yang disinggahi oleh kelelawar, banyak jejak kelelawar, di dalam Goa Pindul juga terdapat batu yang menyerupai kepunyaan pria dan menjadi mitos jika pria yang bisa memegang batu tersebut ia akan gagah perkasa, eits.. batu yang menyerupai kepunyaan perempuan juga ada dan mempunyai mitos yang sama yaitu jika ada perempuan yang tertetesi air dari baru tersebut di keningnya maka ia akan cantik dan awet muda. hmm sangat kuat memang mitos tersebut. Sampai di ujung Goa kami menemukan batu yang tingginya sekitar 1 m. Kami loncat daan air tersebut sangat segar. Sampai diakhir perjalanan menyusuri Goa. Kami berjalan menuju tempat penyewaan, dan kami pun langsung bergegas untuk mandi.
Sekitar pukul 3 sore kami mengunjungi rumah makan House of Raminten sebuah tempat makan yang unik dan mempunyai kekhasan Jogja, mulai dari tempatnya dan pelayannya sangan khas sekali. Makanan disana pun murah sekali dan enak.
Sampai penginapan pukul 6 sore kami beristirahat sejenak. Sekitar pukul 8 malam kami mengunjungi Alun-alun Jogja, naik becak yang unik sambil mendengarkan lagu, sangat asyik memang.
Kembali ke penginapan sekitar pukul 11 malam, kami memutuskan untuk beristirahat.
Keesokan harinya sekitar pukul 6 pagi kami berangkat menuju Gunung Merapi, perjalanan kami dari penginapan sekitar 1 jam, sangat dingin memang. Sesampai di kawasan Gunung Merapi kami berjalan kaki dari parkiran mobil menuju kaki gunung karena naik jeep sangat banyak dan tidak cukup 1 mobil jeep untuk 7 orang, kami berjalan menanjak banyak warung saat kami menyusur dan para emounya warung disana sangat ramah. Sampai kita di daerah tempat meninggalnya Mbah Maridjan, masih ada mobil evakuasi yang hangus saat terjadi meletusnya Gunung merapi, terdapat gamelan juga disana, kami juga menyusuri kali yang dialiri lahar dari Gunung merapi.
Pukul 9 pagi kami sudah turun dari gunung Merapi, kami makan di sekitar kaliurang dan memutuskan untuk mengunjungi kota Solo.
Sampai di Solo pukul 1 siang kami melewati sungai bengawan solo dan keraton Solo, kami juga mengunjungi stadion Manahan Solo.
Dari kota Solo kami melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung. Liburan yang asyik dengan orang-orang yang menyenangkan.
(foto ada di galerry)

Trip to Ujung Genteng. Indonesia

Trip to Ujung Genteng. Indonesia

4 Juni 2013, Saya dan 9 teman saya  diantaranya Fajar, Azmi, Ilham, Aulian, Putri, Alifian, Nugraha, dan Yudha pergi dari Bandung sekitar pukul 4 pagi memakai 2 mobil pribadi. Kami melewati tol pasteur menuju sukabumi, sempat rehat sejenak untuk melakukan sholat shubuh di rest area. Sampai Kota Sukabumi sekitar pukul 7 pagi, kami sarapan terlebih dahulu sambil menikmati paginya Kota Sukabumi. Sekitar pukul 8.30 kami melanjutkan perjalanan menuju Ujung Genteng. Perjalanan tersebut cukup melelahkan dengan jalan yang berbelok-belok, jalanan yang berlubang dan jalannya tidak lebar. Sampai di Ujung Genteng sekitar pukul 1 siang, kami langsung mencari penginapan untuk menginap selama 1 hari. Penginapan kami cukup murah yang berharga Rp 200.000 dengan 2 kamar tidur, dapur, kamar mandi dan alat-alat memasak yang memudahkan kami untuk membuat makanan, karena disana jarang sekali yang berjualan. Saat sampai beberapa teman saya ada yang mandi, sholat, makan dan ada yang menikmati pantai langsung karena jarak dari penginapan kami ke pantai sangat dekat mungkin hanya dengan jarak 5 meter saja.

pantai Ujung Genteng

pantai ujung Genteng

Karena matahari begitu menyengat kami hanya menikmati pantai di penginapan saja dengan angin yang sejuk dan memakan cemilan, saat kami sedang asyik ngobrol ada seorang pemuda bernama Izar yang menawarkan beberapa tempat yang biasa dikunjungi dan menawarkan ikan bakar yang dijual di pasar ikan.

Menjelang sore kami menyusuri pantai, bermain dengan ombak dan menikmati sunset yang ada, sangat indah dan mengasyikan.

pantai ujung genteng

 

sunset pantai Ujung Genteng

sunset pantai ujung genteng

 

Karena hari sudah gelap kami langsung kembali ke penginapan dan telah disediakan ikan bakar oleh Izar, dia baik sekali sampai menyiapkan nasi dan dan lauk lainnya. Saat sedang makan, Izar menawarkan kepada kami untuk melihat penyu di penangkaran penyu, kata Izar biasanya penyu-penyu akan naik ke darat dan bertelur. Kami antusias ingin melihatnya. Namun jarak penangkaran penyu dan penginapan sangat jauh dan akses jalan yang akan di tempuh sangat sulit harus supir yang berpengalaman dan tentunya tidak memakai mobil pribadi kami, untuk itu kami memutuskan menyewa angkot sebesar 100ribu untuk mengantarkan kami pulang pergi.

angkot yang dipakai di ujung genteng

Sekitar pukul 10 malam kami langsung berangkat ke penangkaran penyu, saat sampai disana petugas memberi tau bahwa belum ada tanda-tanda penyu yang akan naik ke darat untuk bertelur, kami menunggu sampai pukul 11.45 malam, dan mengecewakan sekali, ternyata tidak ada penyu yang akan ke darat karena cuaca sedang gerimis. Untuk  mengganti kekecewaan kami, petugas mengajak kami untuk melihat penyu besar, telur-telur penyu dan penyu-penyu yang baru saja menetas.

telur penyu

penyu yang baru menetas

penangkaran penyu

 

Sampai penginapan kami langsung mandi secara bergantian, saat menunggu giliran untuk mandi, Izar mengajak kami untuk mengunjungi ke pantai pasir putih di Ujung Genteng, namun harus pagi hari dan jarak tempuh dari penginapan lebih jauh dibandingakan ke penangakaran penyu, untuk itu kami harus kembali menyewa angkot tadi. Kami menyetujui untuk mengunjungi pantai pasir putih tersebut dan kami pun istirahat terlebih dahulu.

Pagi pun tiba, sekitar pukul 8 pagi kita langsung berangkat untuk ke pantai pasir putih tentunya sudah sarapan dan angkot untuk mengantar kami sudah menjemput. Perjalanan cukup jauh dan kondisi jalan sangat tidak bagus sampai angkot yang kami tumpangi sempat mogok dan bempernya pun terlepas. Sekitar pukul 8.45 kami sampai di suatu hutan yang hanya ada 1 warung. Kami berjalan kaki menyusuri hutan dengan jalan setapak sangat cape dan melelahkan memang, namun saat berjalan dari semak-semak kami langsung menemukan pantai yang indah, airnya biru, pasirnya putih dan tidak ada orang satupun kecuali kami dan Izar, kelelahan pun terbayar dengan warna birunya sejauh mata memandang, kami langsung bermain ombak dan berfoto.

IMG_7279

IMG_7286

IMG_7288

IMG_7353

Setelah lama bermain matahari mulai menyengat dan kami mulai dehidrasi, salah kami memang tidak membawa air minum. Untuk itu kami langsung bergegas kembali ke angkot dan membeli beberapa liter air di warung.

Sampai di penginapan sekitar pukul 11 siang kami langsung bergegas mandi dan makan secara bergantian, memebereskan pakaian untuk pulang ke Bandung. Pukul 1 siang kami pulang dan pamit dengan Izar.

Izar memang anak yang baik dan jujur, ketika kami sudah 8kg dari pantai Ujung Genteng, dia menyusul kami dan mengembalikan jam tangan Alifian yang tertinggal.

trip yang mengasyikan…. see you Ujung Genteng semoga pantai itu selalu ramah dengan orang-orangnya yang seperti Izar.